Kamu menghabiskan uang untuk keinginan yang didorong oleh gengsi, bukan kebutuhan. Uang yang seharusnya bisa dialokasikan untuk tabungan atau investasi awal, justru habis untuk memenuhi standar sosial yang tidak realistis. Pengeluaran konsumtif yang didasari validasi sosial ini tidak hanya membuat rekening cepat kering, tapi juga memicu financial anxiety, yaitu kecemasan berlebihan terhadap kondisi keuangan. Ingat, kekayaan sejati tidak perlu dipamerkan di media sosial.
Terlalu Bergantung pada Utang Jangka Pendek (Paylater)
Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang akrab kita sebut Paylater memang menawarkan kemudahan yang menggoda. Prosesnya instan, tidak ribet, dan membuat kita merasa mampu membeli apa pun saat itu juga. Namun, kemudahan inilah yang menjadi bom waktu finansial. Survei menunjukkan bahwa penggunaan Paylater yang tidak terkontrol adalah salah satu pemicu utama utang konsumtif di kalangan anak muda.
Menggunakan Paylater untuk pembelian non-esensial (seperti skincare baru, tiket konser, atau gadget terbaru) menciptakan ilusi bahwa kamu memiliki daya beli lebih dari yang sebenarnya. Ketika tagihan jatuh tempo, alih-alih membayar penuh, kamu hanya mampu membayar minimum atau bahkan memperpanjang cicilan, yang otomatis menambah bunga. Siklus ini akan terus berulang, menjerat kamu dalam “lingkaran setan utang” yang sulit sekali diputus dan merusak skor kreditmu di masa depan.














