Misalnya, alih-alih bertanya tentang pekerjaan, coba tanyakan: “Apa proyek paling menantang yang sedang kamu kerjakan saat ini dan apa pelajaran terbesar yang kamu dapat?” atau “Menurutmu, tren teknologi apa yang akan mengubah industri ini dalam lima tahun ke depan?” Pertanyaan seperti ini menunjukkan kamu tertarik pada pemikiran dan nilai mereka, bukan hanya jabatan. Ini adalah cara cerdas untuk mengubah small talk yang dangkal menjadi meaningful talk yang berkesan dan menonjolkan profesionalitas kamu.
2. Manfaatkan Follow-Up yang Personal dan Berikan Nilai Tambah
Kesalahan banyak orang setelah bertukar kontak adalah tidak melakukan follow-up sama sekali, atau hanya mengirim pesan template yang tidak personal. Ingat, networking adalah maraton, bukan sprint. Dalam dua hari setelah pertemuan, kirim pesan singkat yang bersifat pribadi. Jangan hanya berkata “Senang bertemu Anda.”
Sebagai Gen Z yang tech-savvy, tunjukkan value yang bisa kamu berikan. Misalnya, jika mereka menyebutkan tantangan tertentu, kirimkan tautan artikel, podcast, atau tool yang relevan dengan topik tersebut, dan tambahkan, “Saya ingat Anda menyebutkan hal ini. Semoga tautan ini bisa membantu!” Tindakan kecil ini menunjukkan bahwa kamu mendengarkan, peduli, dan berinisiatif. Ini jauh lebih berdampak daripada sekadar meminta bantuan, dan akan membuat first impression kamu bertahan lama.














