Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
GenZeta

4 Alasan Mengapa Tipe Avoidant Sering Stuck dalam Hubungan

467
×

4 Alasan Mengapa Tipe Avoidant Sering Stuck dalam Hubungan

Sebarkan artikel ini

2. Menekan Emosi dan Menghindari Kerentanan
Salah satu ciri khas avoidant adalah ketidakmampuan—atau keengganan—untuk menunjukkan kerentanan emosional (vulnerability). Mereka cenderung memendam perasaan mereka, baik itu bahagia, sedih, atau marah, karena menunjukkan emosi dianggap sebagai tanda kelemahan yang bisa dieksploitasi.

Dalam hubungan, ini berarti mereka sulit diajak berdiskusi tentang masalah hubungan yang mendalam. Mereka akan mengubah topik, menjadi defensif, atau bahkan ghosting ketika pembicaraan mengarah pada perasaan yang sensitif. Tanpa adanya keterbukaan emosional, ikatan dalam hubungan akan selalu terasa dangkal dan tidak pernah mencapai level intim yang sebenarnya.

3. Strategi Deactivating (Menghilangkan) Jarak Emosional
Ketika hubungan mulai terasa terlalu dekat, avoidant secara tidak sadar akan mengaktifkan “strategi deactivating.” Ini adalah serangkaian perilaku yang dirancang untuk menciptakan jarak secara tiba-tiba dan sengaja agar mereka merasa aman kembali.

Strategi ini bisa berupa berbagai hal, misalnya: mereka tiba-tiba menemukan “cela” atau kekurangan yang tak tertahankan pada pasangannya (nitpicking), sering mengkritik, mulai melamun tentang mantan, atau bahkan menarik diri dari kontak fisik dan komunikasi. Tujuan dari perilaku ini bukan untuk mengakhiri hubungan, melainkan untuk mengatur ulang jarak emosional menjadi zona nyaman mereka yang dingin dan jauh.

Baca Juga:  5 Tips Simpel Agar Gen Z Gak Gampang Menunda Tugas
Example 120x600