Gunung Argopuro
Meskipun tidak sepopuler gunung lain, Gunung Argopuro memiliki daya tarik tersendiri dengan padang savana luas dan keindahan Danau Taman Hidup. Namun, statusnya sering kali ditutup. Penutupan ini bukan karena aktivitas vulkanik, melainkan karena alasan konservasi dan mitos yang melekat. Jalur pendakian Gunung Argopuro sangat panjang dan menantang, melewati hutan lebat yang menjadi habitat flora dan fauna langka. Penutupan dilakukan untuk memberikan waktu bagi ekosistem agar pulih dan menghindari kerusakan akibat aktivitas manusia. Selain itu, masyarakat setempat juga memandang gunung ini sebagai tempat sakral yang penuh misteri, menambah alasan mengapa pendakian harus dibatasi.
Gunung Semeru
Gunung Semeru, puncak tertinggi di Pulau Jawa, dikenal dengan keindahan Danau Ranu Kumbolo dan kawah Jonggring Saloko yang ikonik. Sayangnya, area puncak Gunung Semeru seringkali ditutup untuk pendakian. Alasan penutupannya sangat jelas: demi keselamatan. Kawah Jonggring Saloko secara rutin mengeluarkan gas beracun dan material vulkanik. Seringkali, batas pendakian hanya diperbolehkan sampai Kalimati atau batas aman yang ditentukan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pendaki yang nekat melewati batas ini berisiko tinggi terkena paparan gas beracun atau bahkan terkena letusan freatik. Penutupan ini bersifat mutlak untuk mencegah korban jiwa.














