Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
GenZetaRasa dan Gaya

5 Alasan Kenapa Kepala Jadi Berat dan Pusing Setelah Kurang Tidur

426
×

5 Alasan Kenapa Kepala Jadi Berat dan Pusing Setelah Kurang Tidur

Sebarkan artikel ini

Kurang tidur dapat memengaruhi fungsi ginjal dalam menyeimbangkan cairan dan elektrolit. Dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk menyebabkan volume darah sedikit menurun. Sebagai respons, pembuluh darah di otak bisa sedikit menyempit (vasokonstriksi) untuk menjaga tekanan darah. Penyempitan ini sering kali diterjemahkan oleh otak sebagai rasa pusing, bahkan terkadang disertai sakit kepala ringan.

3. Penumpukan Zat Sisa di Otak
Selama tidur nyenyak, otak kita menjalankan sistem pembersihan yang luar biasa yang disebut sistem glimfatik. Sistem ini bertugas membuang racun dan zat sisa metabolisme yang menumpuk selama kita beraktivitas di siang hari, termasuk protein beta-amyloid yang terkait dengan fungsi kognitif.

Ketika kamu begadang, proses pembersihan ini terhenti atau sangat terganggu. Penumpukan zat sisa metabolisme ini, yang seharusnya dibersihkan, bisa memengaruhi jaringan otak dan pembuluh darah, menciptakan tekanan atau iritasi yang kita rasakan sebagai “otak berkabut” (brain fog) dan pusing.

4. Fluktuasi Kadar Gula Darah yang Tidak Stabil
Begadang seringkali identik dengan ngemil larut malam. Pola makan yang tidak teratur dan sering mengonsumsi makanan tinggi gula saat begadang sangat memengaruhi kestabilan kadar gula darah.

Kurang tidur sendiri sudah terbukti memengaruhi sensitivitas insulin, yang membuat tubuh sulit mengatur gula darah. Ketika kadar gula darah turun terlalu drastis (hipoglikemia) atau naik terlalu tinggi (hiperglikemia), otak—yang sangat bergantung pada glukosa sebagai bahan bakar—akan bereaksi. Fluktuasi energi ini adalah salah satu penyebab utama kamu merasa lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi keesokan harinya.

Example 120x600