2. Hindari Sembarang Mengunggah Foto KTP di Platform Digital
Data KTP adalah kunci utama bagi banyak verifikasi akun keuangan. Banyak dari kita yang tanpa sadar menyimpan foto KTP di galeri ponsel atau mengirimkannya melalui aplikasi pesan singkat tanpa pengamanan ekstra. Di tahun 2026, hacker menggunakan kecerdasan buatan untuk memindai data sensitif dari penyimpanan awan (cloud) yang bocor.
Jika memang harus mengirimkan identitas untuk keperluan verifikasi, berikan watermark digital yang bertuliskan tujuan penggunaan foto tersebut, misalnya “Hanya untuk Verifikasi Bank X – Tanggal 13/01/2026”. Dengan begini, jika data tersebut bocor, oknum jahat akan kesulitan menggunakannya untuk keperluan lain seperti mendaftar pinjol ilegal atau membuka rekening fiktif.
3. Waspadai Teknik Social Engineering dan Link Phishing Terbaru
Modus penipuan saat ini tidak lagi hanya berupa pesan “Mama Minta Pulsa”, melainkan sudah berubah menjadi undangan digital, pengiriman paket palsu, hingga surat tilang elektronik dalam format file .APK atau .PDF palsu. Teknik social engineering ini dirancang untuk memanipulasi psikologi korban agar merasa panik atau penasaran sehingga langsung mengklik tautan yang dikirimkan.
Sekali klik, malware bisa tertanam di ponsel dan mengintip aktivitas m-banking kamu secara diam-diam. Biasakan untuk tidak pernah mengklik tautan dari nomor tidak dikenal. Selalu verifikasi informasi apa pun melalui kanal resmi bank atau instansi terkait. Ingat, pihak bank tidak akan pernah meminta data pribadi, PIN, atau kode OTP melalui telepon maupun pesan singkat.














