Meskipun tidak memiliki bandara, Monako memiliki layanan helikopter (heliport) yang sangat aktif. Wisatawan yang datang melalui udara biasanya mendarat di Bandara Nice Côte d’Azur di Prancis, yang hanya berjarak sekitar 30 kilometer, dan melanjutkan perjalanan dengan mobil mewah, kereta, atau helikopter.
3. San Marino
Republik San Marino mengklaim dirinya sebagai salah satu negara tertua di dunia. Negara kecil yang terletak di Pegunungan Apennine dan dikelilingi seluruhnya oleh wilayah Italia ini juga tidak memiliki bandara sendiri. Keindahan benteng-benteng bersejarahnya di puncak Gunung Titano menjadi daya tarik utama San Marino.
Sama seperti Vatikan, San Marino sangat bergantung pada infrastruktur Italia. Bandara terdekat adalah Bandara Internasional Federico Fellini di Rimini, Italia, yang hanya berjarak sekitar 14 kilometer. Dari sana, pengunjung bisa dengan mudah melanjutkan perjalanan dengan bus atau mobil melalui jaringan jalan raya yang terhubung langsung ke San Marino.
4. Liechtenstein
Terletak di antara Swiss dan Austria, Liechtenstein adalah negara mungil yang menawarkan pemandangan Pegunungan Alpen yang dramatis. Kondisi geografisnya yang didominasi oleh perbukitan dan pegunungan membuat pembangunan bandara komersial menjadi tantangan yang hampir mustahil dan tidak praktis.
Pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam Liechtenstein harus mendarat di Bandara Zürich di Swiss atau Bandara St. Gallen-Altenrhein di Austria. Dari bandara-bandara tersebut, perjalanan dilanjutkan menggunakan kereta api yang efisien atau mobil melintasi perbatasan, memberikan pemandangan Alpen yang spektakuler dalam perjalanan menuju ibu kota, Vaduz.














