Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Rasa dan GayaWisata

5 Pasar Tertua di Dunia yang Wajib Kamu Kunjungi untuk Pengalaman Traveling Otentik

516
×

5 Pasar Tertua di Dunia yang Wajib Kamu Kunjungi untuk Pengalaman Traveling Otentik

Sebarkan artikel ini

Ketika.id – Kamu seorang traveler yang selalu mencari pengalaman unik dan mendalam di setiap destinasi? Melupakan mall modern sejenak dan menyelami denyut nadi sebuah kota melalui pasar tradisionalnya adalah kunci untuk menemukan keaslian budaya. Pasar bukan hanya tempat jual beli, lho. Mereka adalah saksi bisu sejarah, titik pertemuan peradaban, dan tempat terbaik untuk mencicipi rasa lokal yang sesungguhnya.

Bayangkan berjalan di lorong yang sama yang dilewati para pedagang rempah-rempah berabad-abad lalu, mencium aroma kuno yang bercampur dengan hiruk pikuk modern. Untuk pengalaman seperti ini, kamu harus mengunjungi pasar-pasar tertua di dunia. Berikut adalah lima pasar tertua di dunia yang menjanjikan traveling otentik yang tak terlupakan.

1. Grand Bazaar (Kapalıçarşı), Istanbul, Turki
Grand Bazaar sering disebut sebagai salah satu pasar tertutup terbesar dan tertua di dunia. Dibangun tak lama setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1455, pasar ini telah beroperasi selama lebih dari lima abad. Begitu kamu melangkah masuk, kamu akan disambut oleh lorong-lorong beratap yang luas, dihiasi arsitektur Ottoman yang megah dan lampu-lampu gantung Moorish yang indah.

Pasar ini bukan hanya sekadar tempat belanja, tetapi sebuah kota mini dengan ribuan toko yang menjual segalanya mulai dari karpet Persia yang mewah, perhiasan emas dan perak, keramik Iznil, hingga rempah-rempah eksotis. Kunjungan ke Grand Bazaar adalah pengalaman multi-sensorik yang akan membawamu kembali ke masa kejayaan Jalur Sutra.

Baca Juga:  5 Negara dengan Pantai Paling Estetik dan Super Indah di Tahun 2025

2. Souk di Marrakesh, Maroko
Memasuki Souk di Marrakesh adalah seperti melangkah ke dalam dongeng 1001 Malam. Pasar yang telah ada sejak abad ke-11 ini merupakan jantung Kota Tua (Medina) Marrakesh. Souk ini adalah labirin lorong-lorong sempit yang dibagi berdasarkan jenis dagangan: ada Souk Semmarine yang menjual kulit dan tekstil, Souk Attarine yang dipenuhi rempah-rempah, dan Souk Haddadine tempat para pandai besi bekerja.

Example 120x600
Warga Gunuganyar Lor saat melakukan ziarah wali 5
DPRD Surabaya

Arif Fathoni menyampaikan bahwa setiap pemberangkatan Ziaroh Wali 5 selalu ia maknai sebagai momentum untuk menitipkan doa, baik bagi dirinya maupun bagi amanah yang diemban sebagai wakil rakyat. “Kami mohon doa agar seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya diberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam melayani warga Surabaya, sehingga bisa menjadi bekal amal jariyah kelak,” tuturnya. Baca Selengkapnya