2. Kristal Kalsium Oksalat (Raphides)
Selain bromelain, nanas juga mengandung kristal kalsium oksalat mikroskopis yang disebut raphides. Kristal-kristal ini berbentuk seperti jarum-jarum kecil yang sangat tajam. Ketika Anda mengunyah nanas, raphides ini dapat menempel dan menusuk sel-sel di permukaan lidah dan mulut Anda.
Tusukan kecil dari kristal ini dapat menyebabkan iritasi mekanis dan memicu sensasi gatal atau kesat. Meskipun tidak terlihat dengan mata telanjang, keberadaan raphides ini berkontribusi pada pengalaman tidak nyaman saat makan nanas, terutama jika buahnya kurang matang.
3. Tingkat Keasaman (pH Rendah)
Nanas adalah buah yang memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi, dengan pH rendah (sekitar 3,2 hingga 4,0). Asam sitrat dan asam malat yang terkandung dalam nanas dapat mengiritasi selaput lendir yang sensitif di mulut, terutama jika Anda memiliki luka kecil atau sariawan.
Sensasi perih atau gatal yang Anda rasakan bisa jadi merupakan reaksi terhadap keasaman ini, yang serupa dengan sensasi saat Anda mengonsumsi buah-buahan asam lainnya seperti lemon atau jeruk nipis, meskipun nanas memiliki “senjata” tambahan berupa bromelain dan raphides.
4. Reaksi Alergi Ringan
Meskipun jarang, dalam beberapa kasus, sensasi gatal bisa menjadi tanda reaksi alergi ringan terhadap nanas. Jika sensasi gatal disertai dengan pembengkakan parah pada bibir, lidah, atau tenggorokan, ruam kulit, kesulitan bernapas, atau gejala alergi lain yang lebih serius, Anda harus segera mencari pertolongan medis.














