Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndeksPolitik Kita

Sambang Warkop, Arif Fathoni Dengar Keluhan Warga soal Lapangan Sepak Bola Kampung

756
×

Sambang Warkop, Arif Fathoni Dengar Keluhan Warga soal Lapangan Sepak Bola Kampung

Sebarkan artikel ini
Sambang Warkop - Arif Fathoni Dengar Keluhan Warga soal Lapangan Sepak Bola Kampung
Sambang Warkop - Arif Fathoni Dengar Keluhan Warga soal Lapangan Sepak Bola Kampung

Ketika.id – Kecintaan warga Surabaya terhadap sepak bola ternyata nggak cuma terlihat di stadion besar. Di tengah pemukiman kampung-kampung, semangat warga untuk main bola tetap membara.

Sayangnya, kondisi lapangan bola di kampung masih butuh perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Hal itu mencuat saat Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, cangkruk dan ngopi bareng warga dalam agenda rutin Sambang Warkop di Warkop Cak Jhepang, Kelurahan Medokan Ayu, Rabu malam (19/3).

Salah satu tokoh masyarakat Medokan Ayu, Muhammad Husein, menyampaikan uneg-uneg warga soal lapangan bola di wilayahnya.

Menurut Husein,  lapangan bola di Medokan Ayu selama ini selalu dirawat secara swadaya oleh warga yang merupakan para pecinta bola.

Husein melanjutkan bahwa mereka rutin kerja bakti, dari bersih-bersih hingga meratakan tanah lapangan supaya nyaman dipakai anak-anak sampai orang tua main bola.

“Kami gotong-royong terus biar lapangannya enak buat main. Tapi harapannya sih Pemkot bisa bantu alokasi dana, biar lapangan kami bisa punya rumput bagus dan nggak bergelombang,” ucap Husein.

Lebih lanjut, Husein bilang, lapangan bola bukan cuma tempat olahraga. Tapi jadi sarana warga kumpul, guyub, dan ajang positif buat anak-anak muda biar nggak keluyuran ke hal-hal negatif.

“Sepak bola itu sehat, seru, bisa bikin warga makin akrab. Jadi butuh dukungan Pemkot, biar lapangan bola di kampung-kampung layak pakai,” tambahnya.

Baca Juga:  Suara Warga Jadi Prioritas, Yona Bagus Serius Perjuangkan Infrastruktur di Dukuh Babat Jerawat!

Mendengar aspirasi itu, Arif Fathoni langsung merespons. Politisi yang akrab disapa Toni ini mengaku siap mengawal aspirasi warga agar bisa masuk di APBD Perubahan 2025. Kebetulan, Toni juga merupakan “gibol” alias gila bola.

“InsyaAllah saya ini gibol, jadi paham banget gimana pentingnya lapangan bola buat warga. Mudah-mudahan di 2025 sudah ada anggaran khusus buat perawatan lapangan bola kampung. Selain buat guyub warga, siapa tahu bisa lahir bibit-bibit pemain muda dari Surabaya,” jelas Toni.

Toni juga mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang terus berusaha meratakan pembangunan di seluruh wilayah Surabaya.

Menurutnya, pembangunan nggak cuma soal infrastruktur besar, tapi juga fasilitas yang menyentuh langsung kehidupan warga.

“Sekarang RS Eka Candra Rini di Surabaya Timur sudah beroperasi, tahun ini Pemkot juga bakal bangun SMP Negeri di Medokan Ayu. Jadi warga nggak bingung soal zonasi tahun depan. Ini bukti pemerataan pembangunan nyata,” tutup Toni.

Example 120x600