Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Rasa dan Gaya

Adigang, Adigung, Adiguna: Filosofi Jawa yang Mengajarkan Kerendahan Hati di Tengah Kekuatan

1294
×

Adigang, Adigung, Adiguna: Filosofi Jawa yang Mengajarkan Kerendahan Hati di Tengah Kekuatan

Sebarkan artikel ini
Foto: Pexels

ketika.id –  Dalam masyarakat Jawa yang kaya akan nilai luhur, terdapat sebuah ajaran bijak yang tetap relevan hingga kini:  “Adigang, Adigung, Adiguna”. Filosofi ini merupakan peringatan halus agar manusia tidak sombong meski memiliki kelebihan tertentu.

Mengurai Makna Tiga “Adi” dalam Kehidupan

Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang terdiri dari tiga kata penuh makna:

1. Adigang  (Berdasar pada kekuatan fisik)
Mengacu pada kesombongan karena mengandalkan kekuatan tubuh atau kekuasaan.

2. Adigung  (Berdasar pada kebesaran/kekuasaan)
Menunjuk pada kesombongan karena kedudukan tinggi atau status sosial.

3. Adiguna  (Berdasar pada kepandaian/keahlian)
Merujuk pada kesombongan karena ilmu pengetahuan atau keterampilan unggul.

Larangan Halus untuk Tidak Sombong

Filosofi ini sebenarnya adalah sindiran halus (dalam tradisi Jawa disebut “parikan”) yang berbunyi lengkap:

“Adigang, adigung, adiguna. Aja dumeh!”
(Jangan mentang-mentang kuat, besar/punya kekuasaan, atau pandai/berkeahlian!)

Baca Juga:  Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka : Pesan Bijak Jawa untuk Hindari Kesombongan dan Kecurangan
Example 120x600