Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Rasa dan Gaya

Sultan Agung, Arsitek Kalender Jawa yang Memadukan Islam dan Tradisi Hindu

1274
×

Sultan Agung, Arsitek Kalender Jawa yang Memadukan Islam dan Tradisi Hindu

Sebarkan artikel ini
Kalender Sultan Agungan yang Dipakai Dalam Lingkungan Keraton Yogyakarta (foto:kratonjogja)

ketika.id Pada suatu hari di tahun 1633 Masehi, Sultan Agung Hanyokrokusumo duduk termenung di Pendopo Keraton Mataram. Sang penguasa Jawa itu sedang memecahkan masalah pelik: bagaimana menyatukan sistem penanggalan Hindu warisan leluhur dengan kalender Islam yang baru masuk? Hasil pemikirannya melahirkan Kalender Jawa – masterpiece budaya yang tetap digunakan 4 abad kemudian.

Latar Belakang Reformasi Kalender

Sebelum era Sultan Agung (1593-1645), masyarakat Jawa menggunakan:
Kalender Saka (berbasis Hindu, sistem lunar-solar)
Kalender Hijriah (dibawa para ulama Islam)

Baca Juga:  Mengenal Tradisi Unik Masyarakat Jawa yang Masih Dilestarikan Hingga Kini
Example 120x600