Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Rasa dan Gaya

5 Peninggalan Sultan Agung yang Masih Dipakai Hingga Kini: Warisan Sang Raja Mataram

944
×

5 Peninggalan Sultan Agung yang Masih Dipakai Hingga Kini: Warisan Sang Raja Mataram

Sebarkan artikel ini
Foto : Pexels

ketika.id Empat abad setelah wafatnya, Sultan Agung Hanyokrokusumo (1593-1645) masih meninggalkan jejak hidup dalam budaya Jawa. Raja terbesar Mataram ini bukan hanya ahli strategi perang, tapi juga visioner budaya. Berikut lima warisannya yang tetap relevan di era modern:

1. Kalender Jawa (1633 M)

Bentuk: Sistem penanggalan hybrid Hindu-Islam
Penggunaan Modern:

  • Penentuan weton (hari lahir Jawa)
  • Acara adat (pernikahan, selamatan)
  • Sistem pranata mangsa (pertanian)

Fakta Unik:

  • Diproklamasikan 8 Juli 1633
  • Gabungan kalender Saka & Hijriah
  • Masih dipakai 91% desa di Jawa Tengah

2. Tradisi Grebeg Maulud

Bentuk: Upacara syukur dengan gunungan hasil bumi
Lokasi: Keraton Yogyakarta & Surakarta
Makna:

  • Akulturasi Islam-Jawa
  • Simbol kemakmuran rakyat

Data Terkini:

  • Diikuti 15.000 orang tiap tahun
  • Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2021

3. Sistem Pembagian Pasaran (Pancawara)

Bentuk: 5 hari pasaran: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon
Fungsi Modern:

  • Ramalan jodoh & usaha (weton)
  • Penentuan hari baik
  • Nama pasar tradisional (Pasar Legi, Pasar Kliwon)

Kearifan Lokal:

  • Setiap pasaran punya karakter khusus
  • Masih dipakai 87% UKM Jawa

4. Konsep “Hamemayu Hayuning Bawana”

Bentuk: Filsafat pelestarian alam
Implementasi:

  • Larangan menebang pohon sembarangan
  • Ritual sedekah bumi
  • Sistem irigasi tradisional

Dampak Ekologis:

  • 65% hutan Jawa bertahan hingga 1800-an
  • Dijadikan acuan gerakan lingkungan modern

5. Tata Kota Keraton

Bentuk: Pola mandala konsentris
Pengaruh Modern:

  • Tata ruang Yogyakarta & Solo
  • Konsep “kraton-pasar-alun-alun-masjid”
  • Zoning kawasan sakral & profana
Baca Juga:  Sultan Agung, Arsitek Kalender Jawa yang Memadukan Islam dan Tradisi Hindu

Arsitektur Unik:

  • Sumbu filosofis Tugu-Keraton-Panggung Krapyak
  • Ditetapkan sebagai cagar budaya UNESCO 2023

Warisan Tak Kasat Mata yang Tak Kalah Penting:
Bahasa Jawa strata (ngoko-krama-inggil)
Sistem bilangan Jawa dalam transaksi tradisional
Etika politik musyawarah mufakat (res)

Example 120x600