Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
GenZeta

5 Cara Ampuh Balikin Fokus dan Berhenti dari Jerat Doomscrolling

398
×

5 Cara Ampuh Balikin Fokus dan Berhenti dari Jerat Doomscrolling

Sebarkan artikel ini

Ketika.id – Merasa seharian cuma habis buat scroll berita atau update negatif di media sosial? Kamu tahu banget harusnya ngerjain tugas, belajar skill baru, atau setidaknya tidur, tapi tanganmu kayak otomatis refresh feed terus-terusan. Itu namanya doomscrolling—kebiasaan kompulsif mencari dan membaca berita buruk atau negatif yang sebenarnya cuma bikin cemas dan nguras energi mental.

Di tengah gempuran informasi tanpa henti, fokus jadi barang mahal. Otak kita terus-menerus dibanjiri dopamine hit kecil setiap kali kita menemukan update baru, membuat kita terjebak dalam lingkaran setan scrolling. Tapi tenang, kamu enggak sendirian. Ada cara-cara praktis dan ampuh buat kamu kembali mengendalikan perhatianmu dan bilang “cukup!” pada doomscrolling. Yuk, kita bedah lima cara balikin fokus dan membebaskan diri dari jerat feed yang bikin burnout ini.

1. Tetapkan ‘Jam Berita’ dan Batasi Waktu Layar
Cara pertama untuk memutus rantai doomscrolling adalah dengan menciptakan batas yang jelas. Kamu tidak perlu benar-benar menghindari berita, tetapi kamu perlu mengendalikan kapan kamu mengaksesnya.

Alih-alih membuka media sosial setiap lima menit, tetapkan waktu khusus—misalnya 15 menit di pagi hari setelah sarapan dan 15 menit lagi di sore hari—hanya untuk mengecek berita dan update. Di luar jam itu, perlakukan feed media sosial sebagai zona terlarang. Banyak aplikasi smartphone sekarang punya fitur Screen Time atau Digital Wellbeing yang bisa membantumu memblokir atau memberi peringatan saat kamu melewati batas waktu yang sudah ditentukan. Dengan membatasi waktu layar secara tegas, kamu melatih otakmu untuk mencari informasi secara terencana, bukan karena dorongan impulsif.

Baca Juga:  5 Olahraga Paling Populer di Kalangan Gen Z Tahun 2025

2. Gunakan Aturan 20 Menit untuk Tugas Penting
Ketika fokus sudah buyar, memulai pekerjaan terasa berat banget. Teknik ini memanfaatkan konsep psikologi bahwa memulai adalah bagian tersulit dari setiap pekerjaan.

Example 120x600