Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
GenZeta

Arif Fathoni Tulis Komentar Satir AFC Dipostingan FIFA Setelah Hasil Imbang Indonesia vs Bahrain, Ribuan Netizen Beri Respon

293
×

Arif Fathoni Tulis Komentar Satir AFC Dipostingan FIFA Setelah Hasil Imbang Indonesia vs Bahrain, Ribuan Netizen Beri Respon

Sebarkan artikel ini

ketika.id – Pertandingan Timnas Indonesia melawan Timnas Bahrain yang berakhir imbang memicu kontroversi akibat keputusan wasit yang memberikan tambahan waktu di luar menit perpanjangan yang telah ditetapkan.

Kejadian ini membuat netizen Indonesia membanjiri akun media sosial resmi FIFA, menyerukan ketidakprofesionalan wasit yang dianggap telah merampas kemenangan Timnas Indonesia.

Dalam pantauan media ini, ribuan netizen meluapkan kemarahan mereka di berbagai unggahan FIFA, mendesak adanya sanksi keras terhadap wasit yang memimpin laga tersebut. Beberapa di antaranya juga menuntut reformasi di dalam tubuh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Tak hanya masyarakat umum, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, juga ikut menyuarakan ketidakpuasannya melalui komentar satire di akun resmi FIFA.

Dalam komentarnya, ia menyebut AFC sebagai “Arabian Fans Club” dan menuliskan “FIFA, don’t take away Indonesia’s victory.” Hingga berita ini diturunkan, komentarnya telah disukai ribuan pengguna Instagram dan memancing banyak tanggapan dari netizen lain yang turut menggunakan plesetan serupa terhadap AFC.

Saat dimintai konfirmasi, Arif Fathoni mengakui bahwa komentar tersebut adalah bentuk kekecewaannya sebagai anak bangsa. “Dari segi peringkat FIFA, kita jauh di bawah Bahrain, namun semangat pemain Garuda luar biasa tinggi hingga kita bisa unggul 1-2 hingga menit 90+8.

Namun sayang, jam tangan wasit sepertinya rusak saat tambahan waktu di atas itu, sehingga hasil seri menjadi kenyataan,” ujar Toni dengan nada satir.

Baca Juga:  Mahasiswa Tertarik Teliti Strategi Golkar di Pemilu 2024

Lebih lanjut, Toni mengingatkan bahwa ketidakadilan wasit bukan pertama kali terjadi. Saat Timnas Indonesia melawan Qatar sebelumnya, Timnas juga merasakan ketidakadilan serupa.

“Luka bangsa Indonesia belum sembuh, dan sekarang kita dengar wasit yang akan memimpin melawan Cina berasal dari Uni Emirat Arab. Kita perlu memberikan pesan kepada FIFA bahwa kami menginginkan fair play di setiap pertandingan. Sportivitas adalah nafas utama sepak bola. Bahkan, jika perlu, Presiden FIFA harus melakukan investigasi dan memberikan sanksi keras terhadap wasit yang tidak profesional,” tegasnya.

Mengenai hasil seri melawan Bahrain, Toni menyebutkan bahwa hal tersebut harus dijadikan motivasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Timnas Cina.

“Doa ratusan juta rakyat Indonesia yang merasa dizalimi, Insya Allah, akan dikabulkan. Ini bisa menjadi semangat bagi Timnas untuk tampil lebih baik. Alhamdulillah, level permainan Timnas sudah naik signifikan, karena kita hampir menang melawan Bahrain. Hasil seri ini harus didapat Bahrain dengan bantuan wasit yang pura-pura tidak melihat jam,” pungkasnya.

Kontroversi ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, dan banyak pihak berharap adanya tindakan nyata dari FIFA demi menjaga sportivitas dan keadilan dalam sepak bola internasional.(cn02)

Example 120x600