Malam itu, suasana kota benar-benar genting. Ban-ban terbakar, gas air mata memenuhi udara, dan massa masih bertahan di sejumlah titik. Eri kemudian menyarankan Intan menghubungi keluarganya. Namun jawaban Intan membuat suasana berubah haru.
“Saya bilang, saya sudah nggak punya orang tua, Pak. Nggak tahu kenapa langsung nangis,” ucapnya dengan suara terbata.
Tak tinggal diam, Wali Kota Eri menawarkan Intan untuk singgah ke rumah dinas. Ia kemudian diarahkan masuk dan disambut hangat oleh istri wali kota, Rini Indriyani, bersama keluarga.
“Saya dikasih air minum supaya tenang. Bu Rini juga menenangkan saya, sambil memantau kondisi lewat CCTV dan sosial media,” katanya.
Sementara itu, dari layar CCTV, Intan melihat sang wali kota tetap berada di luar, di tengah kericuhan, mengatur arus lalu lintas sekaligus membagikan masker dan air minum kepada warga.














