Politisi yang juga mantan aktivis ini menilai, Pemerintah Kota Surabaya perlu kembali menghidupkan program literasi digital yang pernah dijalankan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang saat ini hanya sebatas slogan semata.
Menurutnya, generasi muda harus dibekali kemampuan memilah, menyaring, dan menilai informasi.
“Jangan biarkan anak-anak muda kita terseret arus informasi yang menyesatkan. Jadikan mereka agent of truth, agen kebenaran yang berani melawan hoaks dan narasi manipulatif,” ujarnya penuh penekanan.
Fathoni mendorong pelibatan komunitas pemuda, seperti Pemuda Tangguh dan Karang Taruna, untuk menjadi ujung tombak gerakan literasi.














