Alih Fungsi Lahan dan Krisis Air di Madura-Bondowoso
Anggota asal Fraksi PDIP DPRD Jatim ini menilai, pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dan IPAL harus dibarengi dengan infrastruktur penampungan seperti embung dan sumur kelola. Hal ini menjadi krusial mengingat adanya alih fungsi lahan hutan menjadi lahan jagung dan tebu, yang berdampak pada menurunnya daya serap tanah.
“Sekarang banyak hutan tanaman keras berubah jadi sawah jagung dan tebu, sehingga saat hujan deras, airnya turun seperti air terjun,” kata Martin.
Ia juga menyoroti daerah yang kerap menghadapi krisis air, seperti Madura dan Bondowoso. Ia mencontohkan Bondowoso yang sangat kesulitan air bersih. “Di Bondowoso, ngebor hingga kedalaman 100 sampai 200 meter belum tentu menemukan air. Artinya, pengelolaan air hujan menjadi solusi paling logis,” tegasnya.
Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, sepanjang 2024 setidaknya 26 kabupaten/kota terdampak kekeringan. Wilayah terparah meliputi Kabupaten Probolinggo, Sampang, Bangkalan, Pamekasan, Bondowoso, dan Lumajang. Lebih dari 400 ribu jiwa terdampak krisis air bersih, dan ribuan hektare lahan pertanian mengalami gagal panen akibat minimnya suplai irigasi.














