Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
GenZeta

Mengapa Gen Z Indonesia Lebih Nyaman dengan Hubungan Tanpa Status

270
×

Mengapa Gen Z Indonesia Lebih Nyaman dengan Hubungan Tanpa Status

Sebarkan artikel ini

Trauma Masa Lalu dan Lingkungan Sekitar

Paparan terhadap tingginya angka perceraian atau melihat hubungan toksik di lingkungan sekitar membuat banyak Gen Z menjadi lebih skeptis terhadap label “pacaran” atau “pernikahan.” Mereka cenderung lebih hati-hati dan perfeksionis dalam memilih pasangan. HTS sering dijadikan masa penjajakan yang sangat panjang untuk benar-benar mengenal karakter asli seseorang tanpa tekanan untuk segera melangkah ke pelaminan atau jenjang yang lebih serius.

Fleksibilitas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Kondisi ekonomi dan ketidakpastian masa depan juga turut andil dalam perubahan gaya kencan ini. Memiliki hubungan resmi di Indonesia sering kali dikaitkan dengan tanggung jawab finansial tertentu, mulai dari biaya kencan hingga ekspektasi keluarga besar. Dengan memilih HTS, anak muda merasa lebih rileks karena tidak ada tuntutan untuk segera mapan demi memenuhi standar pasangan yang sah secara sosial, sehingga mereka bisa menikmati hubungan sesuai dengan kapasitas mereka saat ini.

Pada akhirnya, pilihan untuk menjalani HTS kembali lagi pada kenyamanan masing-masing individu dalam mendefinisikan kebahagiaan mereka. Selama kedua belah pihak merasa sepakat dan bahagia tanpa ada yang merasa dirugikan, status mungkin hanyalah sebuah kata di atas kertas. (Res)

Example 120x600