Biasanya, ritual ini digelar dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Murwakala”, yang menceritakan tentang pelepasan kekuatan jahat.
2. Tedak Sithen: Upacara Turun Tanah untuk Bayi
Tedak Sithen adalah upacara adat yang dilakukan saat bayi berusia sekitar tujuh bulan dan mulai belajar berjalan. Ritual ini melambangkan persiapan sang anak menghadapi kehidupan.
Prosesinya meliputi:
- Menginjak tanah (lambang kesuburan)
- Berjalan di atas bubur warna-warni (simbol kehidupan yang beragam)
- Memanjat tangga tebu (lambang meraih cita-cita)
“Ini bukan sekadar seremonial, tapi juga momen penting bagi keluarga untuk mendoakan masa depan anak,” ujar Mbak Sri, seorang ibu muda di Yogyakarta yang baru saja menggelar Tedak Sithen untuk anaknya.
3. Larung Sesaji: Persembahan untuk Penguasa Laut
Di daerah pesisir Jawa seperti Pangandaran, Cilacap, dan Rembang, tradisi Larung Sesaji masih rutin digelar sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada penguasa laut.
Ritual ini biasanya melibatkan penyembelihan kepala kerbau, sesaji hasil bumi, dan pelarungan kepala kerbau ke tengah laut.














