Ketika.id, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya memberikan dukungan penuh terhadap gelaran Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes To School 2025 yang diselenggarakan oleh Moonton Games. Turnamen yang mempertemukan talenta muda tingkat SD dan SMP ini digelar di Tunjungan Plaza 3 sejak Kamis (8/1/2026) hingga Minggu (11/1/2026).
Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menekankan pentingnya keseimbangan antara minat bermain gim dan kewajiban akademik. Pesan tersebut sejalan dengan slogan utama kegiatan, “Belajar Dulu Baru Mabar.”
“Saya ingin slogan itu benar-benar diresapi. Kalau tidak belajar, jangan boleh main bareng. Kami menitipkan pesan ini kepada bapak dan ibu guru agar membantu pengawasan, supaya anak-anak tetap sehat dalam menggunakan gawai,” ujar Febrina.
Ia menegaskan, turnamen esport ini tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan bermain gim, tetapi juga sarana pembentukan karakter peserta didik. Melalui kompetisi, siswa dilatih menjunjung sportivitas, kerja sama tim, disiplin, hingga pengendalian emosi.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk generasi muda yang berprestasi dan berkarakter, serta mampu menyeimbangkan akademik dengan minat di bidang esport. Ini bisa menjadi langkah awal menuju prestasi profesional di masa depan,” tambahnya.
Program MLBB Goes To School 2025 melibatkan lebih dari 300 sekolah tingkat SD dan SMP di Surabaya. Para peserta didampingi Teacher Ambassador, yakni guru-guru yang telah dibekali pemahaman untuk mengawasi dan memastikan aktivitas bermain gim berlangsung secara terukur dan positif.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, mengapresiasi tingginya antusiasme sekolah dan tenaga pendidik di Jawa Timur, khususnya Surabaya. Ia mencatat pertumbuhan signifikan jumlah guru yang terlibat dalam program pendampingan tersebut.
“Awalnya hanya sekitar 50 guru, sekarang berkembang menjadi 328 guru di Surabaya dan sekitarnya, termasuk Sidoarjo, Gresik, Jombang, Kediri, Malang, dan Mojokerto. Peran guru sangat krusial agar esport tetap selaras dengan nilai pendidikan,” ujar Erina.
Erina menambahkan, Moonton Games berkomitmen membangun ekosistem esport yang aman, terstruktur, dan berorientasi pada pendidikan. Menurutnya, minat anak-anak terhadap gim dapat diarahkan menjadi aktivitas yang bermanfaat tanpa mengesampingkan pendidikan formal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa minat bermain gim bisa tumbuh sejalan dengan pembentukan karakter dan tanggung jawab,” jelasnya.
Ia berharap para siswa yang mengikuti turnamen ini dapat terus berkembang, tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi yang berkarakter. “Kepada para guru dan pihak sekolah, terima kasih atas dedikasi dan kepercayaannya. Anda semua adalah tonggak penting dalam mengarahkan program ini,” pungkasnya.
















