Ia pun mengusulkan agar BLK memberikan pelatihan teknis terkait sepeda motor dan mobil listrik, termasuk teknologi dan perawatan.
“Pemkot bisa menggandeng distributor kendaraan listrik untuk melatih anak-anak muda Surabaya. Ini akan menjadi modal mereka untuk membuka lapangan pekerjaan di masa depan,” tambahnya.
Selain itu, Thoni juga menyoroti pentingnya pengawasan operasional kendaraan tua, terutama truk, di Surabaya. Menurutnya, kebijakan konversi energi hijau harus diiringi dengan pengetatan aturan bagi kendaraan tua yang berkontribusi terhadap polusi udara.
“Tujuannya adalah agar rakyat Surabaya bisa menikmati langit yang biru, bukan langit hitam pekat akibat polusi. Serta Surabaya dapat menjadi pelopor kota hijau yang mengutamakan keberlanjutan dan kualitas hidup warganya,” pungkasnya.














