Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Rasa dan Gaya

Primbon Jawa, Kitab Kuno Penuntun Kehidupan yang Masih Relevan di Era Digital

908
×

Primbon Jawa, Kitab Kuno Penuntun Kehidupan yang Masih Relevan di Era Digital

Sebarkan artikel ini

Sebanyak 68% masyarakat Jawa masih mengonsultasikan primbon untuk menentukan hari baik, jodoh, hingga memulai usaha. Apa sebenarnya rahasia kitab warisan leluhur ini?

Asal-Usul Primbon Jawa

Primbon berasal dari kata “piring” (catatan) dan “mbon” (koleksi), secara harfiah berarti “kumpulan catatan”. Kitab ini berkembang sejak era:

  • Kerajaan Hindu-Buddha (abad 8-15)
  • Penyempurnaan era Wali Songo (abad 15-16)
  • Kodifikasi masa Mataram Islam (abad 17)

 

5 Bagian Penting dalam Primbon

1. Petungan Hari Baik (Wetonan)

  • Menghitung neptu (nilai hari + pasaran)
  • Contoh:
    • Jumat Kliwon = 6 (Jumat) + 8 (Kliwon) = 14 (hari keramat)
    • Selasa Wage = 3 + 4 = 7 (hari biasa)

2. Ramalan Jodoh

Rumus:
(Neptu pria + wanita) : 5

  • Sisa 0 = Sri (harmonis)
  • Sisa 3 = Pegat (berpisah)

3. Tafsir Mimpi

  • Mimpi gigi copot = Firasat kehilangan
  • Mimpi naik kuda = Akan dapat rezeki

4. Primbon Hewan

  • Cicak masuk rumah = Tamu datang
  • Burung hantu = Pertanda bahaya

5. Hitungan Usaha

  • Berdagang dimulai hari Legi
  • Bangun rumah baik di bulan Sapar

 

Kontroversi & Kritik

Tidak ilmiah – Dianggap pseudosains
Eksploitasi – Banyak dukun palsu
Deterministik – Dianggap membatasi kebebasan

Baca Juga:  Ini Perbedaan Kalender Jawa, Hijriah, dan Masehi
Example 120x600