Ketika.id – Ramadan selalu punya ritmenya sendiri. Bangun lebih pagi untuk sahur, siang menahan lapar dan haus, sore menunggu waktu berbuka. Tapi ketika semua itu bertemu dengan hari Senin—hari yang sering dianggap “berat” oleh para pekerja—tantangannya jadi berlipat, terutama bagi Gen Z yang baru merintis karier.
Bagi generasi yang akrab dengan multitasking, notifikasi tanpa henti, dan ritme kerja cepat, Senin di bulan Ramadan bisa terasa seperti ujian fokus dan energi. Namun bukan berarti tak bisa diakali.
Energi Bukan Soal Kopi
Banyak pekerja Gen Z biasanya mengandalkan kopi untuk “starter pack” Senin pagi. Di bulan Ramadan, pola itu berubah. Kunci utamanya ada pada kualitas sahur. Pilih makanan tinggi protein dan serat agar energi bertahan lebih lama. Air putih yang cukup juga jadi investasi stamina hingga sore.














