Infrastruktur: dari kampung hingga kota
Soal pembangunan fisik, Pemkot Surabaya berupaya menyeimbangkan antara proyek besar dengan kebutuhan dasar.
“Yang pasti tahun depan konsentrasinya adalah program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Misalnya, penanganan jalan lingkungan, jalan kampung, hingga Penerangan Jalan Umum (PJU). Jadi bukan sekadar proyek mercusuar,” ungkap Lilik.
Ia menambahkan, hal sederhana seperti jalan kampung yang tertata atau lampu jalan yang menyala setiap malam seringkali lebih relevan bagi warga ketimbang proyek prestisius.
“Kalau jalan kampung tertata, penerangan jalan terpasang, itu langsung dirasakan warga setiap hari,” tambahnya.
Jaring sosial tetap diperkuat
Di luar infrastruktur, Pemkot juga menyiapkan APBD 2026 untuk penguatan program bantuan sosial.
“Bantuan-bantuan untuk masyarakat rentan tetap jadi prioritas. Misalnya, bantuan anak putus sekolah dan program serupa. Intinya, APBD harus hadir di tengah warga yang membutuhkan,” jelasnya.














