Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Politik Kita

Sorot Surabaya, Kecamatan Benowo Terluas dan Simokerto Tersempit Tapi Terpadat

530
×

Sorot Surabaya, Kecamatan Benowo Terluas dan Simokerto Tersempit Tapi Terpadat

Sebarkan artikel ini

ketika.id – Kota Surabaya, dengan total luas wilayah 326,81 km², merupakan jantung Jawa Timur yang terus berkembang. Terbagi dalam 31 kecamatan dan 153 kelurahan, setiap sudut kota ini memiliki kisahnya sendiri.

Namun, dari puluhan wilayah administratif tersebut, ada dua yang paling menonjol karena perbedaannya yang ekstrem dalam hal luas wilayah: Kecamatan Benowo sebagai yang terluas, dan Kecamatan Simokerto sebagai yang tersempit.

Data terbaru hingga akhir 2024 menunjukkan bahwa Kecamatan Benowo dinobatkan sebagai wilayah terluas di Surabaya. Dengan cakupan sekitar 26,64 km², Benowo membentang di bagian barat kota, menawarkan lanskap yang lebih lega dibandingkan area perkotaan yang padat. Keberadaan lahan-lahan kosong, area persawahan, dan nuansa yang masih asri menjadi ciri khas Benowo, meskipun geliat pembangunan terus terasa seiring urbanisasi.

Luasnya wilayah ini memungkinkan pengembangan infrastruktur berskala besar, seperti perumahan baru, fasilitas umum, hingga potensi kawasan industri dan pergudangan. Aksesibilitas yang semakin baik dengan adanya jalan lingkar luar dan tol membuat Benowo kian menarik bagi investor dan warga yang mencari hunian dengan suasana yang lebih lapang.

Menariknya, meskipun menjadi kecamatan terluas, Benowo juga mencatat kepadatan penduduk terendah di Surabaya, yakni 2.813 jiwa/km². Hal ini memberikan gambaran tentang ruang yang lebih besar per individu, mendukung lingkungan yang lebih nyaman dan tidak terlalu sesak.

Baca Juga:  Sebelum Ditetapkan 31 Mei, Hari Jadi Surabaya Ternyata Pernah Dirayakan Tiap 1 April

Di sisi lain spektrum, kita menemukan Kecamatan Simokerto sebagai kecamatan tersempit di Surabaya. Dengan luas hanya 2,61 km², Simokerto terletak strategis di pusat kota, menjadi salah satu denyut nadi utama yang sarat sejarah dan aktivitas. Meski wilayahnya terbatas, Simokerto adalah salah satu area paling padat penduduk di Kota Pahlawan.

Simokerto merupakan rumah bagi berbagai pusat komersial yang sibuk, pasar-pasar tradisional legendaris, serta permukiman padat penduduk yang menggambarkan jejak panjang peradaban kota. Jalanan di Simokerto selalu ramai dengan lalu lalang kendaraan dan pejalan kaki, mencerminkan aktivitas perkotaan yang nyaris tak pernah berhenti.

Konsentrasi fasilitas publik yang lengkap, akses transportasi yang sangat mudah, serta kedekatannya dengan berbagai pusat kegiatan menjadikan Simokerto lokasi yang sangat diminati. Tak mengherankan jika Simokerto juga mencatat kepadatan penduduk tertinggi di Surabaya, mencapai 35.271 jiwa/km². Angka ini jauh melampaui kepadatan rata-rata Kota Surabaya yang berada di angka 8.995 jiwa/km².

Perbedaan drastis antara Benowo yang terluas dan Simokerto yang tersempit adalah cerminan nyata dari kompleksitas dan dinamika urbanisasi di Surabaya. Benowo merepresentasikan area yang masih menyimpan potensi pengembangan dan menawarkan ruang yang lebih lapang, sementara Simokerto melambangkan intensitas dan vitalitas pusat kota yang padat dan kaya akan sejarah.

Kedua kecamatan ini, meskipun kontras dalam luas wilayah dan karakteristiknya, sama-sama memainkan peran krusial dalam membentuk wajah Surabaya sebagai kota metropolitan yang berkembang pesat. Benowo dengan prospek pengembangan di masa depan, dan Simokerto dengan perannya sebagai pusat segala aktivitas, saling melengkapi dan menyajikan spektrum luas kehidupan perkotaan di Kota Pahlawan.

Baca Juga:  Wali Kota Surabaya dari Masa ke Masa, Ada yang Diabadikan Menjadi Nama Jalan di Sekitar Balai Kota

Secara keseluruhan, hingga akhir 2024, jumlah penduduk Kota Surabaya mencapai 3,02 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 0,29 persen. Kecamatan Tambaksari memiliki jumlah penduduk paling besar, yaitu 227.025 jiwa, diikuti Sawahan dan Kenjeran. Data ini semakin memperkaya gambaran tentang bagaimana distribusi populasi dan pemanfaatan lahan membentuk karakteristik unik setiap kecamatan di Surabaya. (mzy)

Example 120x600
Wali Kota Eri Cahyadi Bersama jajaran OPD saat meninjau gedung eks Hi tech mall
Indeks

Revitalisasi eks Hi-Tech Mal kini kembali dipacu, dengan target dan janji baru yang disusun rapi. Publik pun menanti, apakah kali ini proyek tersebut benar-benar bertransformasi menjadi ruang hidup baru kota atau kembali berhenti di tahap finishing dan harapan. Baca Selengkapnya: