2. Bertugas di Kapal Selam Nuklir Saat Krisis Rudal Kuba
Saat krisis rudal Kuba, Arkhipov bertugas sebagai wakil komandan di kapal selam nuklir Soviet B-59. Kapal selam ini membawa torpedo nuklir yang siap diluncurkan.
3. Mencegah Perang Nuklir dengan Keputusan Tenang
Saat kapal selam B-59 berada di bawah laut dekat Kuba, kapal-kapal perang AS menjatuhkan bom-bom peledak untuk memaksa kapal selam Soviet muncul ke permukaan. Dalam situasi yang tegang dan panik, tiga perwira di kapal selam B-59 harus mengambil keputusan untuk meluncurkan torpedo nuklir. Dua perwira setuju untuk meluncurkan torpedo, namun Arkhipov menolak. Ia bersikeras bahwa mereka harus memastikan terlebih dahulu bahwa perang telah benar-benar dimulai. Keputusan Arkhipov yang tenang dan berani ini mencegah terjadinya perang nuklir.














