“Mereka wajib melaporkan aktivitas sekolah secara berkala, seperti apakah mereka masih bersekolah di pondok atau khawatirnya putus sekolah. Hal ini penting untuk memastikan kelanjutan bantuan,” jelas Arief.
Selanjutnya, siswa akan diarahkan untuk membuka rekening tabungan di Bank Jatim untuk menerima bantuan bulanan. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa setara SMA, MA, atau pondok pesantren setingkat SMA, dengan prioritas utama bagi pendaftar dari keluarga miskin dan pra sejahtera.
“Beasiswa diberikan hingga siswa menyelesaikan pendidikan SMA, atau maksimal tiga tahun. Saat ini, sebagian besar penerima adalah siswa kelas 1, serta lulusan SMP atau Madrasah yang naik ke jenjang MA,” ujar dia.
Anggaran Rp60 Miliar Per Tahun, Prioritas Keluarga Miskin
Arief juga mengungkapkan antusiasme pendaftar cukup tinggi, dengan sekitar 12.000 pendaftar daring, namun yang berhasil lolos sebanyak 6.144.
“Kami tidak membedakan sekolah negeri atau swasta, yang terpenting adalah memenuhi kriteria sebagai penduduk ber-KTP Surabaya dari keluarga miskin dan pra sejahtera. Mereka yang tidak lolos umumnya karena berasal dari keluarga sejahtera,” tambahnya.
Dalam proses verifikasi data, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Sosial menggunakan data keluarga miskin. Total anggaran yang disediakan Pemkot Surabaya untuk program beasiswa ini sekitar Rp60 miliar per tahun, mencakup seluruh penerima dari kelas 1, 2, hingga 3, dengan total penerima kurang lebih 21.000 siswa, termasuk angkatan baru.
“Kami berharap jumlah penerima beasiswa terus menurun setiap tahun, idealnya hingga tidak ada lagi jika masyarakat sudah lepas dari kategori miskin dan pra sejahtera. Penurunan dari 7.000 siswa tahun lalu menjadi 6.000 tahun ini menunjukkan upaya seleksi pemkot. Pemkot juga berkolaborasi dengan Dispendik Provinsi Jawa Timur dan kepala sekolah, serta bekerja sama dengan UMKM lokal untuk sepatu dan seragam,” terangnya.
Terpisah, Muhammad Dimas Kurniawan, salah satu penerima Beasiswa Pemuda Tangguh, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. Siswa kelas X SMKN 2 Surabaya ini merasa sangat terbantu dengan program tersebut.














