4. Teknik Pengolahan Basah (Washed Process)
Fakta menarik lainnya terletak pada proses pascapanennya. Mayoritas petani kopi Arabika di Bali menggunakan teknik wet process atau pengolahan basah. Dalam proses ini, kulit buah kopi dikupas sebelum dikeringkan, sehingga biji kopi difermentasi dalam keadaan bersih. Teknik inilah yang berkontribusi besar dalam menonjolkan aroma yang harum dan tekstur kopi yang lebih ringan (light body).
Proses ini sangat cocok dengan profil kopi Arabika yang tumbuh di ketinggian 1.000 hingga 1.500 mdpl. Dengan pengolahan yang teliti ini, kopi Bali berhasil mempertahankan keaslian aromanya yang khas, menjadikannya pilihan favorit untuk metode penyeduhan manual brew seperti V60 atau cold brew yang sedang tren di kalangan anak muda saat ini.
Mengetahui cerita di balik secangkir kopi Bali pastinya bikin momen ngopi kamu terasa lebih bermakna dan nggak sekadar foya-foya. Jadi, saat nanti kamu berkunjung ke coffee shop langganan, jangan ragu untuk memilih beans dari Pulau Dewata ini dan nikmati sensasi kesegarannya. (Res)














