Citra Diri dan Validasi di Media Sosial
Media sosial adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan Gen Z. Platform seperti Instagram dan TikTok seringkali menjadi tempat mereka membandingkan diri dengan standar kecantikan, gaya hidup, dan popularitas yang tidak realistis. Gen Z sering overthinking tentang bagaimana mereka dilihat oleh orang lain. Mereka cemas dengan jumlah likes, komentar, dan followers. Kebutuhan akan validasi dari dunia maya seringkali membuat mereka merasa insecure dan mempertanyakan nilai diri mereka sendiri.
Tekanan Akademis dan Kesenjangan Keterampilan
Sistem pendidikan saat ini menuntut Gen Z untuk unggul dalam segala aspek. Mereka tidak hanya dituntut memiliki nilai bagus, tetapi juga harus memiliki segudang pengalaman dan keterampilan di luar akademik. Hal ini memicu overthinking tentang masa depan. Mereka khawatir apakah jurusan yang dipilih sudah tepat, apakah sertifikasi yang diambil akan berguna, dan apakah keterampilan yang dimiliki sudah cukup untuk bersaing di dunia kerja yang sangat kompetitif. Rasa takut tidak bisa memenuhi ekspektasi orang tua dan masyarakat membuat mereka terus-menerus merasa tertekan.














