ketika.id – Kecerdasan emosional (EQ) sama pentingnya dengan kecerdasan intelektual (IQ) dalam menentukan keberhasilan dan kebahagiaan seseorang. Anak-anak dengan EQ tinggi cenderung lebih mudah beradaptasi, memiliki hubungan yang sehat, dan mampu mengelola stres dengan baik. Lalu, bagaimana orang tua bisa membantu menumbuhkan kecerdasan emosional pada anak? Jawabannya terletak pada kebiasaan sehari-hari yang dilakukan di dalam keluarga.
Memvalidasi Perasaan Anak
Seringkali, orang tua cenderung meremehkan atau menolak perasaan negatif anak, seperti saat mereka menangis karena mainan rusak. Alih-alih berkata “Ah, cuma mainan, jangan nangis!”, cobalah untuk memvalidasi perasaan mereka. Katakan, “Ibu/Ayah tahu kamu sedih karena mainanmu rusak.” Dengan begitu, anak belajar bahwa perasaannya valid dan diterima. Ini adalah langkah pertama untuk membantu mereka mengenali dan memahami emosi sendiri.
Mengajak Anak Berbicara Tentang Emosi
Jadikan percakapan tentang emosi sebagai hal yang lumrah di rumah. Saat anak menunjukkan emosi tertentu, tanyakan “Kenapa kamu merasa marah?” atau “Hal apa yang membuatmu bahagia hari ini?”. Gunakan beragam kosakata emosi seperti kesal, kecewa, gembira, atau penasaran. Kebiasaan ini membantu anak membangun “kamus emosi” yang kaya, sehingga mereka dapat mengidentifikasi perasaan mereka dengan lebih akurat.














