Ketika.id – kita semua tahu rasanya overthinking di malam hari. Saat lampu sudah mati dan semua terasa sunyi, tiba-tiba pikiran kita jadi ramai sendiri, memikirkan tugas yang belum selesai, komentar di media sosial, atau hal-hal lain yang membuat cemas. Generasi kita—yang tumbuh dengan smartphone di tangan—seringkali sulit memutus siklus digital ini, padahal layar gawai adalah salah satu pemicu utama kecemasan sebelum tidur (pre-sleep anxiety).
Kabar baiknya, kamu tidak perlu sepenuhnya menjauhi teknologi. Yang dibutuhkan hanyalah digital habit yang lebih cerdas dan sadar (mindful). Dengan mengubah sedikit caramu berinteraksi dengan gawai menjelang tidur, kamu bisa mendapatkan ketenangan yang sangat kamu butuhkan. Berikut adalah tiga kebiasaan digital yang efektif untuk mengurangi kecemasan di malam hari.
1. Terapkan ‘Digital Detox Hour’ Sebelum Tidur
Kecemasan di malam hari seringkali dipicu oleh paparan informasi berlebihan dan cahaya biru (blue light) dari layar smartphone atau laptop. Cahaya biru ini menghambat produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur, sehingga tubuh dan pikiranmu tetap dalam mode siaga. Solusinya adalah menetapkan ‘Digital Detox Hour’, yaitu satu jam sebelum waktu tidurmu.














