Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
GenZeta

Kenapa Dia Suka Menghindar? 5 Alasan Psikologis di Balik Sikap Avoidant dalam Hubungan

607
×

Kenapa Dia Suka Menghindar? 5 Alasan Psikologis di Balik Sikap Avoidant dalam Hubungan

Sebarkan artikel ini

Ketika.id – Pernah nggak sih kamu merasa dekat banget sama seseorang, tapi begitu hubungan mulai serius atau mendalam, dia malah mundur perlahan? Atau mungkin kamu sendiri yang punya kecenderungan untuk menjaga jarak ketika ada orang yang terlalu dekat? Fenomena ini dalam psikologi sering disebut sebagai Attachment Avoidance atau sikap menghindar dalam keterikatan. Ini bukan sekadar “main tarik ulur” atau “cuek,” lho. Ada akar psikologis yang mendalam di baliknya.

Tipe avoidant atau penghindar ini cenderung merasa tidak nyaman dengan keintiman emosional yang berlebihan. Mereka menghargai kemandirian di atas segalanya dan seringkali merasa terancam jika ada orang lain yang dianggap mengganggu otonomi mereka. Jadi, sebelum kamu melabeli seseorang sebagai “dingin” atau “tidak peduli,” mari kita selami bersama lima alasan psikologis utama kenapa seseorang bisa menjadi avoidant:

1. Trauma Masa Kecil Terhadap Kebutuhan yang Diabaikan
Alasan paling fundamental dari sikap avoidant seringkali berasal dari pengalaman di masa kecil. Anak-anak yang memiliki orang tua atau pengasuh yang secara konsisten tidak responsif atau menolak kebutuhan emosional mereka akan belajar bahwa menunjukkan kerentanan atau ketergantungan adalah hal yang sia-sia atau bahkan berbahaya.

Dalam kondisi ini, mereka mengembangkan mekanisme pertahanan diri: “Aku tidak butuh bantuan siapa pun.” Mereka menginternalisasi bahwa satu-satunya cara untuk aman adalah dengan mandiri total. Di masa dewasa, naluri ini muncul sebagai ketidakmauan untuk bergantung pada pasangan atau bahkan mengakui kebutuhan akan keintiman.

Baca Juga:  3 Keuntungan Nyata Menjaga Tali Silaturahmi Bersama Teman Nongkrongmu

2. Takut Kehilangan Otonomi dan Kemandirian
Bagi individu avoidant, kemandirian adalah harta yang sangat berharga. Mereka melihat keintiman emosional yang mendalam sebagai ancaman serius terhadap kebebasan dan kontrol diri mereka.

Example 120x600