“Kalau masyarakat pernah merasakan kemudahan dari kebijakan fraksi Golkar, mereka akan mengingatnya. Mereka akan percaya bahwa Golkar bisa diandalkan,” ucapnya.
Fathoni juga tengah mencermati perubahan besar di sistem demokrasi Indonesia. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memisahkan pemilu nasional dan daerah dinilainya sebagai peluang untuk menguatkan koneksi politik di tingkat lokal.
“Selama ini banyak tokoh lokal tenggelam oleh gemerlap nasional. Pemisahan ini membuka ruang agar masyarakat lebih mengenal wakil-wakilnya. Dan ini peluang strategis untuk kita semua,” jelasnya.
Golkar Jatim, kata Fathoni, tak tinggal diam. Forum-forum diskusi bersama pakar hukum tata negara dan tokoh nasional pun digelar demi menyerap pandangan sebanyak mungkin.
“Kami tak ingin jadi partai yang gagap perubahan. Kalau tidak adaptif, partai bisa punah, seperti dinosaurus. Pernah besar, tapi tak lagi mampu bertahan.”ungkapnya.
Tak hanya itu, perhatian khusus juga ia tujukan kepada pemilih muda. Fathoni memahami, mereka tak bisa dijangkau dengan pendekatan konvensional.














