“Penghargaan ini menjadi pemantik untuk terus menggelorakan politik asyik di Surabaya dan Jawa Timur, agar makin banyak anak muda yang terlibat aktif dalam politik,” jelasnya.
Lebih jauh, Fathoni menyampaikan bahwa politik seharusnya menjadi jembatan pengabdian kepada masyarakat. Ia pun mengutip nilai yang selalu ia pegang: menjadi Anfauhum Linnas, manusia yang bermanfaat bagi sesama.
“Semoga penghargaan dari PWI Jatim ini memperkuat keyakinan bahwa politik bisa menjadi jalan pengabdian yang luas bagi masyarakat,” pungkasnya.














