Surabaya bahkan menjadi pilot project nasional dalam pemutakhiran data sosial ekonomi secara dinamis. Karena itu, partisipasi warga jadi kunci.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, berharap warga tergerak untuk melakukan update data secara mandiri jika belum tersentuh petugas,” imbuhnya.
Dari sisi legislatif, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mendukung percepatan ini namun mengingatkan agar proses validasi tidak bikin layanan publik tersendat.
“Jangan sampai pelayanan publik terhenti terlalu lama, terutama bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat. Kami mendorong seluruh elemen masyarakat, termasuk RT dan RW, untuk membantu mensosialisasikan pentingnya konfirmasi data ini demi kesuksesan program nasional di Surabaya,” tegas Yona.
Ia juga berharap platform digital ini benar-benar mempercepat proses pendataan.
“Saya berharap aplikasi ini menjadi boosting atau pendorong agar pendataan selesai lebih cepat dari rata-rata harian sebelumnya,” pungkasnya.














