Budi, yang akrab disapa Buleks, juga berharap Pemkot mempertimbangkan alternatif pendanaan lain, seperti bantuan dari pemerintah pusat, agar tidak bergantung pada utang yang bisa menjadi beban fiskal. Ia menambahkan bahwa kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya saat ini juga belum optimal.
“PAD kita belum mencapai target. Kalau mau ambil pinjaman, hitungannya harus matang dan selesai di periode ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Tubagus Lukman Amin, menilai langkah Pemkot mengajukan pinjaman terlalu terburu-buru. Ia mempertanyakan urgensi pengajuan utang sebesar Rp5 triliun, mengingat APBD Surabaya untuk tahun 2025 sudah mencapai Rp12 triliun.














