“Dengan APBD sebesar itu, pembangunan mestinya bisa dibiayai tanpa hutang. Kalau sampai harus pinjam, apa alasannya? Apakah memang mendesak atau ada faktor lain?” ungkap Tubagus.
Ia juga mengingatkan bahwa pinjaman seperti ini berisiko membebani anggaran kota di masa depan karena adanya bunga dan biaya administrasi. Menurutnya, pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor dan sumber lain seharusnya sudah cukup menopang kebutuhan infrastruktur.
“Kalau APBD kita sudah besar, lalu masih mau hutang, apa kita nggak malu? Ini bisa jadi preseden buruk untuk Surabaya,” tambahnya.














