Example 325x300
Rasa dan Gaya

Dari Ruwatan hingga Sedekah Bumi, Ritual Jawa yang Masih Bertahan di Tengah Gempuran Modernitas

830
×

Dari Ruwatan hingga Sedekah Bumi, Ritual Jawa yang Masih Bertahan di Tengah Gempuran Modernitas

Sebarkan artikel ini

Sedekah Bumi hanyalah satu dari sekian banyak ritual Jawa yang masih bertahan. Di daerah lain, tradisi seperti Ruwatan, Bersih Desa, dan Kenduri tetap hidup, meski dengan sentuhan modern.

Meski frekuensinya berkurang,  namun setidaknya masih banyak desa di Jawa masih aktif menggelar ritual adat, . Beberapa faktor yang memengaruhi kelestariannya antara lain:

  1. Tekanan Pembangunan – Lahan-lahan sakral seringkali tergusur untuk proyek infrastruktur.
  2. Perubahan Generasi – Kaum muda lebih tertarik pada budaya pop ketimbang ritual.
  3. Komersialisasi – Sebagian ritual diubah menjadi atraksi wisata, mengurangi nilai sakralnya.

Namun, bagi warga seperti Sukardi (45) di Bantul, Yogyakarta, ritual Ruwatan (upacara pembebasan dari nasib buruk) tetap penting. “Anak saya diruwat karena sering sakit-sakitan. Setelah itu, kesehatannya membaik,” katanya.

Adaptasi di Era Digital

Beberapa komunitas mulai memanfaatkan teknologi untuk melestarikan ritual. Sejumlah komunitas misalnya, menggelar siaran langsung Ruwatan via YouTube agar generasi muda bisa menyaksikan.

Masa Depan Ritual Jawa

Pemerintah daerah mulai mengambil langkah. Di Jawa Tengah, misalnya, beberapa ritual telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Sementara itu, komunitas lokal terus berinovasi, seperti mengadakan festival budaya yang memadukan ritual dengan seni kontemporer. (res)

Baca Juga:  Suku Tengger, Penjaga Tradisi di Tengah Derasnya Arus Modernisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *