Example 325x300
Rasa dan Gaya

Mengupas Makna & Prosesi Sakral di Balik Kemegahan Pernikahan Adat Jawa

735
×

Mengupas Makna & Prosesi Sakral di Balik Kemegahan Pernikahan Adat Jawa

Sebarkan artikel ini
Foto: Pexel

ketika.id – Gemulai alunan gamelan mengiringi langkah sang pengantin perempuan yang mengenakan kebaya brokat dengan sanggul bokor mengkurep, sementara sang mempelai pria tampan dalam busana beskap lengkap dengan blangkon. Inilah wajah pernikahan adat Jawa yang tak hanya memukau secara visual, tapi juga sarat filosofi kehidupan.

Rangkaian Prosesi yang Penuh Makna

Pernikahan adat Jawa bukan sekadar pesta pora, melainkan rangkaian ritual yang telah diwariskan turun-temurun. Berikut tahapan utamanya:

  1. Siraman
    • Dilaksanakan 1-3 hari sebelum akad nikah
    • Melambangkan penyucian diri dengan 7 jenis kembang setaman
    • Dipimpin oleh sesepuh dengan doa-doa khusus
  2. Midodareni
    • Malam sebelum pernikahan
    • Kedua mempelai dipantangkan bertemu
    • Dipercaya sebagai malam turunnya bidadari
  3. Ijab Kabul
    • Dilaksanakan dengan bahasa Jawa krama inggil
    • Menggunakan kembang mayang sebagai simbol kehidupan
  4. Panggih/Sungkeman
    • Pertemuan pertama setelah akad
    • Disertai ritual balangan suruh (lempar daun sirih)
    • Sungkeman kepada orang tua sebagai bentuk bakti

Filosofi di Balik Busana Pengantin

Busana pernikahan Jawa klasik mengandung makna mendalam:

Baca Juga:  Mengenal Tradisi Unik Masyarakat Jawa yang Masih Dilestarikan Hingga Kini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *