Namun, analis juga mengingatkan potensi koreksi jangka pendek apabila harga gagal bertahan di atas US$ 5.000. Level US$ 4.950 menjadi support terdekat, sementara area US$ 4.880–4.900 dipandang sebagai support kuat. Selama harga tetap berada di atas zona ini, struktur tren dinilai masih positif.
Penguatan emas kali ini turut dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Harapan pelonggaran suku bunga membuat emas kembali menarik karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah.
Di dalam negeri, pergerakan harga emas juga bergantung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dengan asumsi harga global mampu bertahan di atas US$ 5.000 dan rupiah relatif stabil, harga emas Antam diperkirakan bergerak di kisaran Rp 1,8 juta hingga Rp 1,9 juta per gram dalam waktu dekat.














