Film ini menyoroti awal optimisme politik Brasil di bawah kepemimpinan Lula, seorang pemimpin dari kelas pekerja yang menjadi simbol harapan dan kemajuan sosial. Namun, harapan itu perlahan runtuh ketika skandal korupsi yang melibatkan Partai Pekerja (PT) mencuat, membuat kepercayaan publik terkikis. Puncaknya adalah pemakzulan Dilma Rousseff pada 2016, yang Costa gambarkan sebagai kudeta politik yang mengorbankan integritas demokrasi.
Petra Costa dengan cermat menyoroti bagaimana elite politik dan media memainkan peran penting dalam manipulasi opini publik. Ia juga menunjukkan bagaimana kekuatan ekonomi yang besar dan lembaga peradilan dapat digunakan untuk menjatuhkan lawan politik. Film ini menggarisbawahi bahwa demokrasi bukanlah sistem yang kebal terhadap pelemahan, tetapi justru sangat rentan terhadap kepentingan tertentu.














