Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
GenZeta

Haus Pengakuan? Ternyata Ini Alasan Psikologis di Balik Keinginan Selalu Butuh Validasi

626
×

Haus Pengakuan? Ternyata Ini Alasan Psikologis di Balik Keinginan Selalu Butuh Validasi

Sebarkan artikel ini

2. Memiliki Masalah dengan Rasa Percaya Diri (Self-Esteem)
Orang yang memiliki self-esteem rendah cenderung tidak memiliki jangkar internal yang kuat untuk menilai diri mereka sendiri. Akibatnya, mereka menggunakan pendapat orang lain sebagai alat ukur harga diri. Jika orang lain berkata mereka hebat, barulah mereka merasa berharga. Sebaliknya, tanpa komentar positif, mereka akan merasa gagal atau tidak cukup baik. Pola ini membuat seseorang terus-menerus mencari validasi eksternal demi menutupi rasa ketidakamanan dalam dirinya.

3. Pengaruh Pola Asuh dan Trauma Masa Kecil
Seringkali, kebutuhan akan validasi yang tinggi berakar dari masa lalu. Anak yang tumbuh di lingkungan di mana kasih sayang hanya diberikan saat mereka berprestasi (kasih sayang bersyarat), akan belajar bahwa mereka harus terus menyenangkan orang lain agar layak dicintai. Kebiasaan ini terbawa hingga dewasa, di mana mereka merasa perlu pujian dan persetujuan dari pasangan, atasan, atau teman agar tidak merasa ditinggalkan atau tidak dicintai.

4. Jebakan Media Sosial dan Fenomena Komparasi
Dunia digital saat ini menciptakan standar kesuksesan yang tampak sempurna namun seringkali semu. Melihat pencapaian orang lain di Instagram atau TikTok secara terus-menerus bisa memicu perasaan minder. Hal ini mendorong seseorang untuk mencari validasi berupa angka, seperti jumlah followers atau views, sebagai bukti bahwa hidup mereka juga menarik. Tekanan media sosial ini memaksa kita untuk terus memvalidasi eksistensi diri melalui layar agar tidak merasa tertinggal.

Baca Juga:  5 Cara Jitu Menahan Marah Saat Hati Sedang Kecewa Berat
Example 120x600