Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kuliner

Ketupat dalam Ritual & Perbandingan Tradisi Serupa di Nusantara

612
×

Ketupat dalam Ritual & Perbandingan Tradisi Serupa di Nusantara

Sebarkan artikel ini

ketika.id – Selain filosofi kupat dan laku papat, ketupat juga menjadi bagian dari ritual budaya di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, makanan serupa ketupat juga ditemukan dalam tradisi masyarakat non-Jawa dengan makna yang unik. Berikut penjelasannya:


1. Ritual Budaya Terkait Ketupat di Jawa

a. Bancakan Ketupat (Jawa Tengah & Timur)

  • Waktu: Dilakukan sepekan setelah Lebaran (disebut Bodo Ketupat atau Syawalan).
  • Prosesi:
    • Ketupat disajikan dengan opor ayam, sambal goreng, dan lauk tradisional.
    • Dibagikan ke tetangga sambil bersilaturahmi.
    • Di beberapa desa, ketupat diletakkan di perempatan jalan sebagai simbol tolak bala.
  • Makna:
    • Bentuk syukur setelah puasa Syawal (6 hari).
    • Penanda berakhirnya masa “larangan bekerja” bagi petani Jawa (menurut kepercayaan lokal).

b. Sedekah Ketupat (Pesisir Utara Jawa)

  • Lokasi: Ditemukan di Cirebon, Indramayu, dan Brebes.
  • Tradisi:
    • Ketupat dibawa ke makam leluhur atau nyai gede (penunggu pantai) sebagai bentuk rasa hormat.
    • Di Cirebon, ketupat dihanyutkan ke laut sebagai simbol pengorbanan.
  • Akulturasi: Menggabungkan unsur Islam dengan kepercayaan lokal tentang harmoni alam.

c. Ketupat Geblug (Yogyakarta)

  • Uniknya: Ketupat digantung di pintu rumah, lalu anak-anak memukulnya hingga terbuka (mirik piƱata).
  • Makna:
    • Melatih kesabaran (harus menunggu Lebaran untuk memakannya).
    • Simbol “membuka rezeki” di tahun baru Islam.
Baca Juga:  Mengapa Ketupat Tak Boleh Dimakan Sendirian? Filosofi di Balik Pasangan Opor Ayam & Sambel Goreng
Example 120x600