ketika.id – Selain filosofi kupat dan laku papat, ketupat juga menjadi bagian dari ritual budaya di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, makanan serupa ketupat juga ditemukan dalam tradisi masyarakat non-Jawa dengan makna yang unik. Berikut penjelasannya:
1. Ritual Budaya Terkait Ketupat di Jawa
a. Bancakan Ketupat (Jawa Tengah & Timur)
- Waktu: Dilakukan sepekan setelah Lebaran (disebut Bodo Ketupat atau Syawalan).
- Prosesi:
- Ketupat disajikan dengan opor ayam, sambal goreng, dan lauk tradisional.
- Dibagikan ke tetangga sambil bersilaturahmi.
- Di beberapa desa, ketupat diletakkan di perempatan jalan sebagai simbol tolak bala.
- Makna:
- Bentuk syukur setelah puasa Syawal (6 hari).
- Penanda berakhirnya masa “larangan bekerja” bagi petani Jawa (menurut kepercayaan lokal).
b. Sedekah Ketupat (Pesisir Utara Jawa)
- Lokasi: Ditemukan di Cirebon, Indramayu, dan Brebes.
- Tradisi:
- Ketupat dibawa ke makam leluhur atau nyai gede (penunggu pantai) sebagai bentuk rasa hormat.
- Di Cirebon, ketupat dihanyutkan ke laut sebagai simbol pengorbanan.
- Akulturasi: Menggabungkan unsur Islam dengan kepercayaan lokal tentang harmoni alam.
c. Ketupat Geblug (Yogyakarta)
- Uniknya: Ketupat digantung di pintu rumah, lalu anak-anak memukulnya hingga terbuka (mirik piƱata).
- Makna:
- Melatih kesabaran (harus menunggu Lebaran untuk memakannya).
- Simbol “membuka rezeki” di tahun baru Islam.














