2. Perbandingan dengan Tradisi Serupa di Luar Jawa
a. Lontong (Sumatra & Kalimantan)
- Bentuk: Mirip ketupat, tetapi dibungkus daun pisang (bukan janur).
- Peran dalam Ritual:
- Di Minangkabau, lontong wajib ada dalam kenduri maulid Nabi.
- Di Banjar, ketupat kandangan (beras ketan) dipakai dalam ritual tolak bala.
- Makna:
- Berbeda dengan ketupat Jawa yang filosofis, lontong Sumatra lebih bersifat praktis (mudah dibawa untuk acara adat).
b. Pusô (Filipina Selatan & Sulawesi)
- Bentuk: Anyaman daun kelapa/palem seperti ketupat, tetapi lebih kecil dan padat.
- Kegunaan:
- Makanan praktis nelayan (contoh: pusô di masyarakat Bugis-Makassar).
- Dipakai dalam ritual appalili (syukuran sebelum tanam padi).
- Perbedaan:
- Tidak terkait Lebaran, tetapi lebih ke ritual agraris.
c. Lemang (Melayu & Dayak)
- Bahan: Beras ketan dimasak dalam bambu.
- Konteks Budaya:
- Di Sumatera, lemang disajikan saat Hari Raya dan pernikahan.
- Suku Dayak menggunakannya untuk ritual gawai (syukuran panen).
- Persamaan dengan Ketupat:
- Sama-sama makanan berbungkus daun yang melambangkan kesabaran (proses masak lama).
d. Burasa (Sulawesi Selatan)
- Ciri Khas: Ketupat besar berisi beras dan santan, dibungkus daun pisang.
- Fungsi Ritual:
- Wajib dalam acara mappalili (musim tanam padi).
- Dibagikan sebagai tanda perdamaian setelah konflik adat.














