Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kuliner

Ketupat dalam Ritual & Perbandingan Tradisi Serupa di Nusantara

628
×

Ketupat dalam Ritual & Perbandingan Tradisi Serupa di Nusantara

Sebarkan artikel ini

2. Perbandingan dengan Tradisi Serupa di Luar Jawa

a. Lontong (Sumatra & Kalimantan)

  • Bentuk: Mirip ketupat, tetapi dibungkus daun pisang (bukan janur).
  • Peran dalam Ritual:
    • Di Minangkabau, lontong wajib ada dalam kenduri maulid Nabi.
    • Di Banjar, ketupat kandangan (beras ketan) dipakai dalam ritual tolak bala.
  • Makna:
    • Berbeda dengan ketupat Jawa yang filosofis, lontong Sumatra lebih bersifat praktis (mudah dibawa untuk acara adat).

b. Pusô (Filipina Selatan & Sulawesi)

  • Bentuk: Anyaman daun kelapa/palem seperti ketupat, tetapi lebih kecil dan padat.
  • Kegunaan:
    • Makanan praktis nelayan (contoh: pusô di masyarakat Bugis-Makassar).
    • Dipakai dalam ritual appalili (syukuran sebelum tanam padi).
  • Perbedaan:
    • Tidak terkait Lebaran, tetapi lebih ke ritual agraris.

c. Lemang (Melayu & Dayak)

  • Bahan: Beras ketan dimasak dalam bambu.
  • Konteks Budaya:
    • Di Sumatera, lemang disajikan saat Hari Raya dan pernikahan.
    • Suku Dayak menggunakannya untuk ritual gawai (syukuran panen).
  • Persamaan dengan Ketupat:
    • Sama-sama makanan berbungkus daun yang melambangkan kesabaran (proses masak lama).

d. Burasa (Sulawesi Selatan)

  • Ciri Khas: Ketupat besar berisi beras dan santan, dibungkus daun pisang.
  • Fungsi Ritual:
    • Wajib dalam acara mappalili (musim tanam padi).
    • Dibagikan sebagai tanda perdamaian setelah konflik adat.

Baca Juga:  Lepet, Makanan Khas Lebaran yang Sarat Makna dan Sejarah
Example 120x600