“Model pelibatan masyarakat seperti ini layak ditiru negara-negara lain. KPK mampu menjadi pendorong utama ekosistem antikorupsi yang inklusif,” puji Abu Kassim.
- Lulusan angkatan ketiga ini bukan sekadar alumni pelatihan. Mereka disiapkan untuk menjadi pemimpin lokal, menginisiasi gerakan berbasis komunitas, serta menjalin sinergi lintas sektor.
- KPK menyatakan komitmennya untuk memperluas jangkauan pelatihan dan membangun jaringan Agen Antikorupsi Komunitas (AAK) agar mampu berkolaborasi dalam:
- Mengawasi proyek-proyek SDA
- Melaporkan indikasi korupsi secara tepat
- Mendorong partisipasi warga dalam perumusan kebijakan publik
“Selamat kepada para agen perubahan. Terus jaga integritas dan bangun gerakan dari lingkungan terdekat. Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” tutup Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo. (Res)














