Kepala DPRKPP Surabaya, Iman Krestian, menjelaskan bahwa fokus pengerjaan saat ini sengaja diprioritaskan pada area luar, terpisah dari zona satwa yang ada di dalam kebun binatang.
“Prioritas yang kita kerjakan yang area-area luar, yang bukan di zonanya atau area dalam KBS. Jadi di area plaza Patung Sura dan Baya itu kita eksekusi, ada pengecatan dinding sama perbaikan plaza di sana,” ujar Iman, Selasa (9/6/2026).
Iman menambahkan, proyek enam bulan ini tidak sekadar kosmetik untuk mempercantik tampilan visual semata. Pemkot juga menyentuh pembenahan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan air yang kerap muncul saat hujan deras, melakukan penebangan pohon yang dinilai rawan tumbang, serta pembersihan kawasan secara menyeluruh.
Konteks Kebijakan: Membangun First Impression Wisata Malam
Langkah Pemkot membongkar area plaza luar ini memiliki korelasi erat dengan strategi pengembangan wisata daerah. Iman Krestian membeberkan bahwa penataan ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, demi mendongkrak daya tarik Surabaya Night Zoo agar lebih tersajikan dengan baik kepada warga.
“Pak Wali Kota kan juga minta, agar menarik konsep night zoo-nya bisa lebih tersajikan kepada warga dan warga tertarik untuk masuk ke KBS. Ya ini lebih dipromosikan lagi,” pungkas Iman.
Secara tata kota, keberhasilan sebuah destinasi wisata malam sangat bergantung pada kesan pertama (first impression) yang ditangkap pengunjung sejak berada di luar area. Area pedestrian yang terang, rapi, dan ramah pejalan kaki secara psikologis dapat meningkatkan rasa aman.














