Jakarta, Ketika.id – Generasi Z, atau sering disingkat Gen Z, adalah kelompok yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Dikenal dengan sebutan digital native, mereka tumbuh di era di mana informasi bisa diakses dengan sangat cepat dan instan. Namun, hal ini sering kali menimbulkan anggapan bahwa Gen Z adalah generasi yang sulit telaten dan kurang konsisten. Alih-alih melabeli, penting untuk memahami faktor-faktor di balik perilaku ini. Berikut adalah enam alasan mengapa Gen Z tidak telaten dengan proses dan konsistensi.
1. Terbiasa dengan Hasil Instan
Sejak kecil, Gen Z sudah terbiasa dengan kepuasan instan. Mereka bisa memesan makanan dengan satu sentuhan, menonton film tanpa menunggu jadwal, dan mendapatkan jawaban atas pertanyaan apa pun dalam hitungan detik. Paparan terus-menerus terhadap kecepatan ini membentuk mentalitas yang mengharapkan hasil cepat, sehingga proses yang panjang dan bertahap terasa membosankan dan tidak efisien.
2. Fenomena FOMO (Fear of Missing Out)
Media sosial memperlihatkan kepada Gen Z berbagai pilihan dan peluang tanpa batas. Mereka melihat teman-teman atau influencer sukses dalam waktu singkat, mencoba berbagai hobi baru, dan berpindah karier dengan cepat. Hal ini memicu FOMO, atau ketakutan akan kehilangan momen. Akibatnya, mereka cenderung sulit fokus pada satu hal dalam jangka panjang karena takut ada hal lain yang lebih baik dan lebih cepat menghasilkan.














