KETIKA.ID – Membayangkan punya rumah sendiri di tengah melambungnya harga properti belakangan ini memang sering bikin ciut nyali. Banyak yang bilang kalau anak muda zaman sekarang cuma bisa mimpi punya hunian kalau gak dibantu orang tua. Namun, nyatanya impian itu bukan sekadar halusinasi kalau kamu tahu celahnya dan punya rencana yang matang sejak dini.
Memiliki aset properti sebelum kepala tiga adalah pencapaian luar biasa yang butuh kedisiplinan tingkat tinggi. Tidak perlu menunggu warisan atau menang lotre, kamu bisa mewujudkannya dengan kemauan kuat dan strategi finansial yang cerdas. Berikut adalah lima strategi bagi Gen Z Indonesia untuk punya rumah sebelum usia 30 secara mandiri.
1. Memulai Investasi Agresif Sejak Gaji Pertama
Kunci utama bagi anak muda yang ingin punya rumah adalah memaksimalkan compound interest melalui investasi. Jangan hanya mengandalkan tabungan konvensional yang bunganya sering kali kalah dengan inflasi harga tanah. Kamu harus berani masuk ke instrumen investasi yang lebih produktif namun tetap terukur sesuai profil risiko.
Mulailah menyisihkan minimal 20-30 persen pendapatan untuk instrumen seperti Reksa Dana Saham atau SBN (Surat Berharga Negara). Dengan konsistensi melakukan dollar cost averaging sejak awal karier, dana untuk uang muka atau down payment (DP) akan terkumpul jauh lebih cepat dibandingkan hanya menimbun uang di rekening biasa.














