“Kami ingin anak-anak melihat dunia pangan bukan sebagai beban, tapi sebagai harapan. Inilah kontribusi Badan Bahasa terhadap Asta Cita Presiden, dengan membangun SDM unggul dan mempercepat hilirisasi industri pangan,” tegasnya.
Hafidz juga menekankan pentingnya Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai instrumen pengukuran literasi. “Bahasa adalah alat komunikasi dan penanda kecakapan literasi. Ukurlah kemahiran berbahasa dengan UKBI sebagai cermin kualitas literasi kita,” ujarnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut bahwa literasi untuk ketahanan pangan sangat relevan dengan karakter Indonesia sebagai negara agraris. Kemendikdasmen berkomitmen mencetak lulusan berkompetensi di bidang pertanian, pengolahan hasil pangan, dan kewirausahaan berbasis pangan untuk mendukung kemandirian bangsa.
Kunjungan ini juga diisi dengan peninjauan langsung fasilitas produksi pangan, pengolahan kopi, dan budidaya ikan air tawar yang melibatkan peserta didik SMK dalam pembelajaran berbasis industri. Hafidz menegaskan pentingnya mengaitkan literasi dengan praktik nyata: “Kurikulum, literasi, dan praktik industri harus saling terhubung dari bibit, proses, hingga pemasaran.”














